JUNGKIR BALIK KEADILAN
JUNGKIR BALIK KEADILAN JUNGKIR BALIK KEADILAN; SPPG VS PENGABDI DESA DALAM ETALASE IMAJINER PRESIDEN Di sebuah ruang imajiner bernama kebijakan publik, keadilan seharusnya duduk di tengah. Namun hari ini, ia tampak bergeser, condong ke satu sisi, meninggalkan sisi lain yang selama puluhan tahun menopang negara dalam diam: desa. Lahirnya SPPG sebagai badan baru disambut dengan karpet merah. Struktur organisasi disusun rapi, standar gaji ditetapkan dengan angka yang terbilang "manusiawi", bahkan kompetitif. Kepala dapur digaji tujuh juta rupiah, ahli gizi lima juta, sopir tiga juta, hingga tukang cuci pun memperoleh upah mendekati tiga juta. Semua terlihat wajar, bahkan patut diapresiasi, jika keadilan itu hadir secara menyeluruh. Masalahnya, keadilan itu berhenti di pagar SPPG. Tak jauh dari sana, kantor desa berdiri dengan cat yang mulai pudar. Di dalamnya, para pengabdi masyarakat desa bekerja sejak pagi hingga malam.Kepala desa memikul pepan administrası, konflik sosi...