Postingan

Zubaydah binti Ja’far

Zubaydah binti Ja’far Zubaydah binti Ja’far – Ratu Dermawan Pembangun Jalan Haji Di balik kemegahan Dinasti Abbasiyah, lahirlah seorang wanita bangsawan yang namanya harum bukan karena istana, melainkan karena air yang mengalir untuk jutaan jamaah haji. Dialah Zubaydah binti Ja’far, cucu Khalifah Al-Mansur dan istri Khalifah Harun Ar-Rasyid. Ia hidup dalam kemewahan, tetapi hatinya terpaut pada akhirat. πŸ‘‘ Dari Istana ke Kepedulian Umat Sebagai permaisuri, Zubaydah memiliki segala yang diinginkan dunia. Namun ia dikenal bukan karena perhiasannya, melainkan karena kepeduliannya pada kaum Muslimin, khususnya para jamaah haji. Pada masa itu, perjalanan haji sangat berat dan berbahaya. Salah satu penderitaan terbesar adalah kekurangan air di sepanjang jalur dari Irak menuju Makkah. Banyak jamaah yang kehausan di tengah gurun tandus. Zubaydah mendengar keluhan itu… dan hatinya tidak tenang. πŸ’§ Proyek Besar yang Mengubah Sejarah Ia memutuskan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakuka...

JUNGKIR BALIK KEADILAN

JUNGKIR BALIK KEADILAN JUNGKIR BALIK KEADILAN; SPPG VS PENGABDI DESA DALAM ETALASE IMAJINER PRESIDEN Di sebuah ruang imajiner bernama kebijakan publik, keadilan seharusnya duduk di tengah. Namun hari ini, ia tampak bergeser, condong ke satu sisi, meninggalkan sisi lain yang selama puluhan tahun menopang negara dalam diam: desa. Lahirnya SPPG sebagai badan baru disambut dengan karpet merah. Struktur organisasi disusun rapi, standar gaji ditetapkan dengan angka yang terbilang "manusiawi", bahkan kompetitif. Kepala dapur digaji tujuh juta rupiah, ahli gizi lima juta, sopir tiga juta, hingga tukang cuci pun memperoleh upah mendekati tiga juta. Semua terlihat wajar, bahkan patut diapresiasi, jika keadilan itu hadir secara menyeluruh. Masalahnya, keadilan itu berhenti di pagar SPPG. Tak jauh dari sana, kantor desa berdiri dengan cat yang mulai pudar. Di dalamnya, para pengabdi masyarakat desa bekerja sejak pagi hingga malam.Kepala desa memikul pepan administrasΔ±, konflik sosi...

Sikap Aneh Soekarno Didepan Makam Rasulullah

Sikap Aneh Soekarno Didepan Makam Rasulullah Sikap Aneh Soekarno Didepan Makam Rasulullah Yang Membuat Raja Arab Heran. Saat menunaikan ibadah haji pada 1955, soekarno berziarah ke makam rasulullah. Namun, ia menunjukkan sikap yang tak lazim hingga membuat raja arab mempertanyakan maksud tindakannya tersebut. Dalam perjalanan hajinya ke tanah suci, soekarno mendapat kehormatan luar biasa. Ia tidak hanya datang sebagai jemaah, tapi disambut langsung oleh raja arab saudi. Pada saat di madinah, soekarno sempat menanyakan letak makam rasulullah kepada sang raja. Setelah arahnya ditunjukkan, ia melangkah perlahaarahnyan menuju lokasi yang dimaksud. Namun, sesaat sebelum tiba di depan makam, langkahnya terhenti. Di hadapan banyak orang, soekarno melepaskan seluruh atribut kenegaraannya. Lencana, tanda pangkat, dan simbol kekuasaan ditanggalkan. Tindakan tersebut membuat semua orang tampak bingung. Bahkan raja arab sampai heran dan bertanya mengapa presiden indonesia melakukan hal tersebut. N...

Inggit Garnasih

Inggit Garnasih Di balik sosok Soekarno yang gagah berpidato, ada seorang wanita yang membiayai hidup dan perjuangannya. Namanya Inggit Garnasih. la lebih tua 12 tahun dari Soekarno (Kusno). Baginya, Kusno bukan hanya suami, tapi juga anak ideologis yang harus ia jaga. Inggit bukan wanita yang menikmati kemewahan. la adalah wanita yang akrab dengan penderitaan. Saat Soekarno dipenjara di Sukamiskin, Inggitlah yang berjalan kaki mengantar makanan. la menyelundupkan buku dan uang agar suaminya tetap bisa membaca. Saat Soekarno dibuang ke Ende (Flores) dan Bengkulu, Inggit ikut tanpa ragu. la berjualan bedak dan jamu, memeras keringat demi menghidupi Soekarno yang saat itu tak punya apa-apa selain mimpi kemerdekaan. Selama 20 tahun, ia menjadi tulang punggung dan "Oase" bagi Soekarno. Namun, ujian terberat bukan datang dari penjajah Belanda. Ujian itu datang dari hati. Di Bengkulu, Soekarno bertemu Fatmawati, gadis muda yang cantik. Alasannya logis: Soekarno butuh keturuna...

PEMUDA SHOLIH SELALU HARUM

PEMUDA SHOLIH YANG TUBUHNYA SELALU HARUM Dikisahkan ada seorang pemuda yang pekerjaannya menjual kain. Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan berkeliling dari rumah ke rumah lain. Dagangan pemuda ini dikenal dengan nama "faroqna" oleh orang-orang. Meskipun pekerjaannya hanya sebagai pedagang keliling, tetapi pemuda ini mempunyai kelebihan yakni mempunyai wajah yang sangat tampan dan bertubuh tegap. Setiap orang yang melihat pasti akan menyukainya. Pada suatu hari, saat dia berkeliling melewati jalan-jalan besar, gang-gang kecil dan rumah-rumah penduduk, sambil berteriak menawarkan dagangannya "faroqna..! faroqna..!" Tiba-tiba ada seorang wanita yang melihatnya. Si wanita itu memanggil dan dia pun menghampirinya. Dia dipersilahkan masuk ke dalam rumahnya. Di sini si wanita terpesona melihat ketampanannya, dan tumbuhlah rasa cinta yang begitu besar dalam hatinya. Lalu si wanita ini berkata "Aku memanggilmu tidak untuk membeli daganganmu, ak...

BANJIR NABI NUH AS

BANJIR NABI NUH AS FAKTA MENARIK TENTANG BANJIR NABI NUH AS 1.Durasi & waktu insiden. Alquran tidak mengatakan tanggal dan waktu terjadi. Sejarawan dan Cendekiawan , Memperkirakan waktu itu terjadi ribuan tahun sebelum Nabi Ibrahim AS yaitu sebelum tahun 2000 SM . Surat Hud ayat 40 Menyatakan Bahwa Banjir di Mulai "KETIKA TUNGKU MEMANCARKAN AIR " Menunjukkan perintah Allah turun dan Air Naik dari Bumi dan turun dari langit dalam waktu yang bersamaan. 2.Darimana Air Berasal !? Air datang dari dua arah dari Langit dengan Hujan yang tak henti hentinya dan dari Bumi Memancarkan Mata Air yang Begitu Deras seperti ada retakan Besar yang terbuka . Surat Alqomar ayat 11-12 "Kami Membuka pintu pintu langit dengan air yang turun dan Kami Memberikan Mata Air Bumi..." Air langit dan Air Bumi Bertemu dengan Ketetapan Allah SWT. 3.Seberapa Tinggi Air Banjir. Alquran tidak Menyebutkan angka spesifik, tetapi sebagian ulama Menggambarkan Banjir ini Menengg...

Fir'aun

Ketika Jasad Fir’aun Membimbing Seorang Ilmuwan Menuju Syahadat Di sebuah laboratorium modern di Mesir—dipenuhi cahaya putih dan dengung mesin canggih—seorang ilmuwan berdiri terpaku. Di hadapannya terbaring sebuah tubuh yang telah menantang waktu. Bukan raja biasa. Bukan manusia biasa. Ia adalah Fir’aun—penguasa yang ribuan tahun silam dengan angkuh berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” Ilmuwan itu bukan seorang Muslim. Sepanjang hidupnya, ia percaya pada satu hal: πŸ‘‰ Sains adalah kebenaran tertinggi. πŸ‘‰ Agama hanyalah keyakinan subjektif manusia. Namun hari itu… di hadapan jasad yang telah berusia lebih dari tiga ribu tahun, keyakinannya mulai retak perlahan. Penelitian yang Mengguncang Akal Dengan teknologi mutakhir—CT scan, analisis jaringan, dan mikroskop forensik—ia meneliti tubuh Fir’aun bersama timnya. Hasilnya membuat ruang laboratorium sunyi. πŸ” Struktur tulang dada menunjukkan tekanan air yang luar biasa πŸ” Paru-paru memperlihatkan tanda-tanda ten...