Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Misteri 8000 Pasukan Terakota

#nginfo #sainstech Mengungkap Misteri 8000 Pasukan Terakota Penemuan spektakuler di Provinsi Shaanxi, Tiongkok, telah menggemparkan dunia arkeologi. Sebuah tim ahli telah berhasil menggali dan mengidentifikasi lebih dari 8000 pasukan terakota yang menghiasi makam Kaisar Qin Shi Huang, pendiri Dinasti Qin pada abad ke-3 SM. Para arkeolog menemukan pasukan terakota yang memukau dalam kondisi yang luar biasa, mengekspresikan detail yang luar biasa dari kehidupan militer dan budaya pada masa itu. Setiap prajurit memiliki ekspresi wajah yang unik, serta senjata dan perlengkapan yang menunjukkan tingkat kecanggihan pembuatan senjata pada zaman itu. Selama bertahun-tahun, makam raksasa ini telah menjadi subjek penelitian yang intens. Keberadaan pasukan terakota telah menimbulkan pertanyaan tentang kekaisaran Tiongkok kuno, serta metode dan teknologi pembuatan patung-patung ini. Selain penemuan pasukan terakota, juga ada temuan-temuan tambahan yang membingungkan, termasuk senjata-senjat...

Pembelajaran Berdiferensial

https://bgpsumsel.kemdikbud.go.id/pembelajaran-berdiferensiasi-antara-manfaat-dan-tantangannya/

Contoh Kegiatan Literasi Siswa

Contoh Kegiatan untuk Meningkatkan Literasi Siswa Berikut beberapa contoh kegiatan untuk meningkatkan literasi siswa, yang dapat dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah: Kegiatan Membaca: Membaca buku cerita: Sediakan berbagai macam buku cerita menarik dan sesuai dengan usia siswa di perpustakaan sekolah atau pojok baca di kelas. Adakan kegiatan membaca buku cerita secara bersama-sama di kelas, dengan mendongengkan cerita atau meminta siswa membaca bergantian. Membaca buku non-fiksi: Ajak siswa untuk membaca buku non-fiksi seperti buku sains, sejarah, biografi, atau ensiklopedia. Berikan mereka kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai topik menarik dan belajar hal baru. Membaca artikel berita atau majalah: Mintalah siswa untuk membaca artikel berita atau majalah yang sesuai dengan usia dan minat mereka. Diskusikan isi artikel bersama-sama untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang peristiwa terkini dan isu-isu penting. Membaca komik: Komik bisa menjadi media yang menarik untu...

Lahaula Walaquwata Illabillah Hil Aliyil Adzim

Lahaula Walaquwata Illabillah Hil Aliyil Adzim Arti dari Lahaula Walaquwata Illabillah Hil Aliyil Adzim dan Keutamaannya Rindang Krisnawati - detikHikmah Jumat, 27 Okt 2023 13:15 WIB BAGIKAN Komentar 1241073283 Foto: Getty Images/iStockphoto/think4photop Jakarta - Sebagai umat muslim, kita diharuskan untuk mengamalkan doa dan dzikir. Doa dan dzikir merupakan senjata untuk orang-orang beriman. Dengan senantiasa berdoa dan berdzikir, niscaya Allah SWT akan menerima dan mempermudah segala urusan kita. Salah satu doa dan dzikir yang bila diamalkan akan dapat mengabulkan keinginan kita yaitu lahaula walaquwata illabillah hil aliyil adzim. Bacaan lahaula walaquwata illabillah merupakan satu dari tujuh wasiat yang diberikan Rasulullah SAW kepada sahabatnya yang terkenal dengan kezuhudannya, yaitu Abu Dzar Ra. Bacaan ini mungkin tidak asing terdengar bagi sebagian orang. Namun, sayang bacaan ini tidak banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lahaula walaquwata illabillah hil aliyil ...

LINTANG ASMORO - Lirik

LINTANG ASMORO - Lirik Siang pantara ratri Mung eling manising ati Sedyaku bisa anduweni Marang Sang Dyah Sulaksmi Rasa kangen kang nglimputi Lintang bulan dadi seksi Ubayane datan mbalenjani Janji sebaya mukti sebaya pati Wong ayu tresnamu kinarya tamba Susah jroning batinku Wong bagus antebna rasa atimu Tresnaku tulus jroning kalbu Senadyan ngarungi banyu segara Rasaku rabakal sirna Senadyan nyawa oncat saka raga Wis tresna rabisa dipisahna Rasa kangen kang nglimputi Lintang bulan dadi seksi Ubayane datan mbalenjani Janji sebaya mukti sebaya pati Wong ayu tresnamu kinarya tamba Susah jroning batinku Wong bagus antebna rasa atimu Tresnaku tulus jroning kalbu Senadyan ngarungi banyu segara Rasaku rabakal sirna Senadyan nyawa oncat saka raga Wis tresna rabisa dipisahna Yen wis tresna ora bisa dipisahna

DIDIK ANAK JADI HAFIDZ

KEDUA ORANGTUA MUSA BUKAN HAFIDZ TAPI BISA DIDIK ANAK JADI HAFIDZ TERKECIL DI INDONESIA, BAGAIMANA CARANYA? Saat menunggu di bandara Soeta kemarin bertemu dg Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30-16.00,v ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz. Info tambahan, Musa sudah hafal 'Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Yazid, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja! 1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat. 2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menj...

Syekh Abdul Qadir Jailani

Kemenag RI Search Beranda Berita Layanan Mimbar Agama Unit Kerja Kolom Pojok Gusmen Profil Galeri SEARCH Ketik di sini Rekomendasi Keywords: Gusmen Haji 2023 Hari Santri Pesantren Islam Sidang Isbat Halal Hikmah Versi Audio Kelahiran Syekh Abdul Qadir Jailani dan Kebiasaan Puasanya Sejak Bayi Rabu, 12 April 2023 · 02:47 WIB Ilustrasi foto Syekh Abdul Qadir Jailani Ilustrasi foto Syekh Abdul Qadir Jailani Bagi para pengamal tarekat, nama Syekh Abdul Qadir tentu sudah tak asing lagi. Ia adalah seorang waliyullah yang bergelar “Sulthonul Auliya” alias rajanya para wali. Hal itu sebagaimana diungkap dalam kitab Al-Fawaid al-Mukhtarah karya Habib Ali Hasan Baharun. Syekh Abdul Qadir dilahirkan di negara Jailan. Satu negara bawahan Tobaristan, wilayah kuno bersejarah yang kini berada dalam wilayah Iran. Kelahiran Syekh Abdul Qadir tepat pada malam pertama Ramadhan tahun 470 Hijriah. Sementara wafatnya di negara Baghdad (Irak), tepat pada tanggal 10 Muhrarram tahun 571 Hijria...

BASUKI SRIMULAT

BASUKI SRIMULAT (5 Maret 1956 - 12 Desember 2007) H. Agus Basuki bin Suwito Hadiwiryono lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 5 Maret 1956, beliau yang lebih dikenal sebagai Basuki adalah pemeran dan pelawak Indonesia. Ia merupakan anggota pelawak Srimulat. Basuki adalah anak dari seorang pelawak yang juga tergabung di Srimulat, yaitu Suwito atau yang biasa dikenal dengan nama panggung Pete. Pete dan Basuki memang serupa tetapi tak sama. Yang satu bapak satunya lagi anak. Uniknya, dalam kancah wayang orang yang pada awalnya mereka ikuti, khususnya wayang orang (W.O.) Sri Wanito Semarang, keduanya sama-sama sering mendapat peran sebagai anggota punakawan Gareng. Kemiripan yang lain adalah keterampilan tari mereka ditambah dengan keluwesan ibu Basuki yang menjadi penari di Sriwedari Surakarta sehingga karena pintar menari sejak kecil, Basuki pun jadi punya tubuh lentur yang salah satunya ditampilkan dengan tambahan narasi "Wes-ewes-ewes" yang merupakan tagline iklan salah satu pe...

SHALAT merupakan tiang agama

SHALAT merupakan tiang agama, karena itulah yang menjadi penguat bagi umat muslim. Shalat dapat mencegah dari hal yang munkar, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dan perintah shalat ini bukan hanya untuk dirinya saja, tapi pemersatu umat muslim di seluruh dunia. Jika seluruh umat muslim melaksanakan shalat bersama, maka kekuatan mereka akan semakin bertambah. Perlu diketahui perumpamaan shalat itu adalah bagaikan raja yang sedang mengadakan pesat perkawainan, di mana ia menyediakan berbagai macam makanan dengan berbagai rasa, warna dan manfaat. Demikianlah, di dalam shalat itu Allah mengundang dan menyediakan berbagai macam gerak dan dzikir; gerakan itu bagaikan makanan, dan dzikir itu bagaikan minuman. Di dalam shalat itu ada 12 ribu hal yang kemudian dihimpun dalam 12 macam. Barangsiapa yang hendak mengerjakan shalat, maka ia harus memperhatikan 12 hal itu, agar shalatnya sempurna. Enam hal sebelum mulai mengerjakan shalat dan enam hal lagi ketika mengerjakan shalat. Ke-12 hal ...

APABILA Ibu kita meninggal

APABILA Ibu kita meninggal, turunlah ke dalam liang kuburnya dan sambutlah jenazah beliau. Buka papan penutup keranda (tempat usungan jenazah), angkat jenazah Ibu kita. Biarkan kita yang menghadapkan jenazah Ibu kita ke kiblat. Kita yang melakukan. Bukan orang lain. "Ibu... Ini hari terakhir aku melihatmu," Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh beliau. Pegang perlahan-lahan badan Ibu kita, arahkan beliau dengan baik, ambil gumpalan tanah dan letakanlah di belakang tengkok Ibu kita. "Ibu, ini benar-benar kali terakhir aku melihat engkau," Kita ingat saat pertama kali kita bisa melangkah dan berjalan. Kita ingat saat kita masih bayi. Saat kita muntah, buang air, beliaulah yang tidak pernah sedikitpun menolak membersihkannya. Bagaimanapun nakal dan jahatnya kita terhadap beliau, beliau tetap menganggap kita anaknya. Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam beliau serta dengarkanlah "Talqin" yang diucapkan teruntuk Ibu kita. Hari i...

mereka sudah diubah menjadi babi

Abu Umamah Radhiyallahu Anhu menuturkan, bahwa Nabi SAW bersabda, “Kelak, ada di antara umatku ini yang menghabiskan malam dengan makan, minum-minum dan hura-hura. Esok paginya, (wujud) mereka sudah diubah menjadi babi. Sungguh, Allah akan membinasakan kabilah-kabilah mereka dan rumah-rumah mereka dengan memerintahkan bumi untuk amblas dan menelan mereka. Sampai-sampai jika pagi menjelang, orang-orang membicarakan, ‘Semalam bani Fulan ditelan bumi. Semalam juga, bani Fulan ditelan bumi.’ Mereka juga akan diazab dengan hujan batu, juga dengan angin puting beliung yang akan mengempaskan mereka, seperti pernah dialami oleh umat sebelum mereka karena mereka meminum minuman keras, memakan harta riba, memakai kain sutera, menampilkan penyanyi wanita dan memutus tali silaturahmi.”

waktunya selalu lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya

SUNGGUH beruntung mereka yang bisa menjadikan waktunya selalu lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Maka, hendaknya kita isi lembar hidup yang masih Allah sisakan untuk kita, dengan amal-amal terbaik. Waktu yang berlalu tidak mungkin kembali. Dan waktu yang akan datang tidak mungkin ditahan. Untuk itu, kita mesti bersegera melakukan amalan berikut, tanpa ada niat menundanya. Pertama, taubat. Tidak ada amalan yang bisa menyegerakan lahirnya kebaikan kecuali taubat. Dari taubat, terbuka pintu rahmat dan keberkahan. Taubatlah yang memberikan kesempatan seseorang untuk meraih apa yang tidak ia dapatkan. ”Bersegeralah kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi…” (QS Ali Imran :133). Kedua, shalat. Di antara dosa besar adalah menunda waktu shalat. Dan orang yang berani menunda shalat apalagi sampai meninggalkannya, berarti tidak yakin akan kematian yang siap mengincarnya.

s͟u͟a͟m͟i͟ i͟s͟t͟r͟i͟ y͟a͟n͟g͟ h͟i͟d͟u͟p͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟h͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟

*Di z͟a͟m͟a͟n͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ A͟S͟, a͟d͟a͟ s͟e͟p͟a͟s͟a͟n͟g͟ s͟u͟a͟m͟i͟ i͟s͟t͟r͟i͟ y͟a͟n͟g͟ h͟i͟d͟u͟p͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟h͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟ n͟a͟m͟u͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟g͟h͟a͟d͟a͟p͟i͟n͟y͟a͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟h͟ k͟e͟s͟a͟b͟a͟r͟a͟n͟.* *S͟u͟a͟t͟u͟ k͟e͟t͟i͟k͟a͟, t͟a͟t͟k͟a͟l͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ b͟e͟r͟i͟s͟t͟i͟r͟a͟h͟a͟t͟, s͟a͟n͟g͟ i͟s͟t͟r͟i͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ s͟u͟a͟m͟i͟n͟y͟a͟:* _*"W͟a͟h͟a͟i͟ s͟u͟a͟m͟i͟k͟u͟, b͟u͟k͟a͟n͟k͟a͟h͟ M͟u͟s͟a͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ N͟a͟b͟i͟ y͟a͟n͟g͟ b͟i͟s͟a͟ b͟e͟r͟b͟i͟c͟a͟r͟a͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ T͟u͟h͟a͟n͟n͟y͟a͟ (A͟l͟l͟a͟h͟)..?"* *L͟a͟l͟u͟ s͟a͟n͟g͟ s͟u͟a͟m͟i͟ m͟e͟n͟j͟a͟w͟a͟b͟ :* *_"Y͟a͟, b͟e͟n͟a͟r͟."_* *S͟a͟n͟g͟ i͟s͟t͟r͟i͟ b͟e͟r͟k͟a͟t͟a͟ l͟a͟g͟i͟:* *_"K͟e͟n͟a͟p͟a͟ k͟i͟t͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟e͟r͟g͟i͟ s͟a͟j͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟-n͟y͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟k͟a͟n͟ k͟o͟n͟d͟i͟s͟i͟ k͟i͟t͟a͟ y͟a͟n͟g͟ p͟e͟n͟u͟h͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟ d͟a͟n͟ m͟e͟m͟i͟n͟t͟a͟n͟y͟a͟ a͟g͟a͟r͟ i͟a͟ b͟e͟r͟b͟i͟c͟a͟r͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ R͟a͟b͟b͟-n͟y...

SI PITUNG

SI PITUNG JAGOAN BETAWI DARI KAMPUNG RAWA BELONG Si Pitung adalah tokoh jagoan legendaries dari Kampung Rawa Belong Betawi, Jakarta. Kepopuleran cerita Si Pitung sering dituturkan dalam bentuk rancak (sejenis balada), syair, cerita rakyat atau Lenong Betawi bahkan pernah diangkat menjadi sebuah cerita film. Menurut sejarawan Belanda Margreet van Till dalam In Search of Si Pitung: The History of Indonesian Legend, cerita maupun sosok Si Pitung ini memang benar adanya dan bukan mitos belaka. Si Pitung lahir pada sekitar tahun 1866 di kampung Pengumben, sebuah permukiman kumuh di Rawabelong, dekat Stasiun Palmerah sekarang ini. Nama asli Si Pitung adalah Ahmad Nitikusumah versi lain dari media Melayu Hindia Olanda saat itu menyebutkan nama asli Si Pitung adalah Salihoen, Salihoen merupakan anak keempat dari pasangan Bang Piung dan Mbak Pinah asal Kampung Rawa Belong, Jakarta, julukan "Si Pitung" konon berasal dari frasa Jawa "pituan pitulung" yang berarti "tuj...

Bahagia Ibu Meninggal🍁

🍁Bahagia Ibu Meninggal🍁 "Tih, kamu sudah siapkan makanan?" Tanya ibu kepadaku saat aku ingin memandikannya. "Sudah bu. Ibu mau Utih ambilkan?" "Nggak usah Tih, Kita nunggu kakak-kakakmu datang" Ucapnya dengan suara yang lemah. "Hemm. Kita mandi yah bu" Ucapku lalu memopong tubuh Ibu. "Tih, Ibu mau pakai baju yang baru kamu belikan itu yah Tih. Biar kakak-kakakmu tidak malu sama penampilan ibu" Ucap ibu yang saat itu sedang aku mandikan. "Iya Bu, nanti Utih pakaikan baju itu" Ucapku lalu memakaikan baju keinginan ibu setelah selesai memandikannya. Aku membawa Ibu untuk duduk di ruang tamu yang juga sekalian menjadi tempat nonton televisi. "Bu, Utih suapin yah?" "Tapi Nduk, kalau kakak-kakakmu datang gimana?" "Kalau mereka datang, nanti Utih suapin ibu lagi" Ucapku membujuk Ibu agar mau makan. "Yasudah Tih, Ibu mau" Jawabnya dan langsung saja aku menyuapinya sampai makanannya...