Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Kisah Macan Tutul dan Sapi

Saat kasih sayang menyatukan dua makhluk berbeda—kisah haru macan tutul dan sapi. Di Gujarat, seorang pria membeli seekor sapi. Pada malam hari, ia sering mendengar anjing menggonggong berturut-turut selama beberapa malam. Karena penasaran, dia memasang CCTV dan terkejut melihat seekor macan tutul datang setiap malam dan duduk di dekat sapinya. Setelah menanyakan kepada pemilik sebelumnya, dia mengetahui kisah mengharukan: induk macan tutul itu terbunuh ketika anaknya masih berusia 20 hari. Sapi itu yang memberinya susu dan menyelamatkan nyawanya. Anak macan tutul itu kemudian dilepaskan ke hutan saat dewasa, tapi setiap malam, macan tutul dewasa itu masih datang dan menghabiskan waktu bersama sapi tersebut, yang dianggapnya sebagai ibu. Kisah ini menunjukkan ikatan unik antara hewan dari spesies berbeda, penuh kasih sayang dan kesetiaan yang luar biasa. #KisahNyata #CintaTanpaBatas #PersahabatanAjaib

DEMANG LEHMAN

https://www.facebook.com/share/p/1EeQqFqjTu/ DEMANG LEHMAN, PANGLIMA PERANG BANJAR YANG DIKUBUR TANPA KEPALA KARENA DIPENGGAL BELANDA Kisah Demang Lehman, Panglima Perang Banjar yang dikubur tanpa kepala karena dipenggal Belanda akan dibahas lengkap dalam artikel ini. Demang Lehman yang tewas di tiang gantungan, tetap menjadi pahlawan di masyarakat. Beliau merupakan panglima perang yang tidak bisa dikesampingkan di Kerajaan Banjar. Demang Lehman dengan gagah berani menjadi Panglima Perang Banjar. Namun nama Demang Lehman kurang familiar di masyarakat. Dilansir beragam sumber, Selasa (5/9/2023), Demang Lehman lahir pada tahun 1832 di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dan meninggal di Martapura pada tanggal 27 Februari 1864 pada usia 32 tahun. Beliau merupakan salah satu panglima perang yang berperan penting dalam Perang Banjar. Nama lahir pahlawan tersebut adalah “Idies”, namun ia diberi gelar "Kiai Demang" karena menjadi pejabat pengendali Lalawangan (di...

Kisah seorang ulama dan anjing

Bahagiakan orang tuamu

Dulu Ibuku selalu berpesan kepadaku: Nak, tertawalah riang di hadapan ayahmu manakala beliau pulang ke rumah !! Karena dunia luar itu begitu kejamnya sehingga dapat membahayakan ayahmu.. Tahukah kau nak, apa beda ibu dengan ayah ? Ibu membawamu (mengandungmu) di dalam rahim selama 9 bulan, namun ayahmu membawamu seumur hidupnya tanpa kau sadari.. Ibu berupaya kuat agar kau tak merasa lapar, namun ayahmu lah yang mengajarimu agar kau tak kelaparan lagi, tanpa kau fahami.. Ibu menggendongmu (dengan memelukmu) di dada, namun ayahmu menggendongmu di punggungnya, tanpa kau perhatikan.. Cinta ibu ini sudah kau kenali mulai dari semenjak kau lahir, namun cinta ayahmu kan kau ketahui setelah kau menjadi seorang ayah.. Karena itu bersabarlah dengan baik.. Ibu, memang tak ternilai harganya, sementara ayahmu takkan bisa dikembalikan oleh waktu..

💥Kisah Si Bongkok💥

💥Kisah Si Bongkok💥 Pada zaman dahulu, disebuah pulau kecil yg sunyi di kepulauan Riau, hiduplah seorang pemuda bernama Si Bongkok. Sejak kecil, tubuhnya sudah Bongkok, sehingga ia kerap menjadi sasaran ejekan, hinaan, bahkan dijauhi oleh penduduk desa. Mereka menganggap Si Bongkok sebagai orang yg aneh dan membawa sial. Padahal, tdk ada yg salah dgn hatinya. Si Bongkok tinggal bersama ibunya yg sudah tua dan sakit-sakitan. ia mencintai ibunya dgn sepenuh hati dan selalu berusaha membuat hidup Sang ibu nyaman. Setiap pagi sebelum matahari terbit, ia akan turun ke laut dgn perahu kecil peninggalan almarhum ayahnya. ia menjala ikan untuk dimakan dan dijual demi menghidupi mereka berdua. Meskipun hidup dalam kekurangan dan diperlakukan tdk adil oleh masyarakat, Si Bongkok tdk pernah mengeluh. ia tetap ramah dan suka menolong siapapun yg membutuhkan. Tak jarang, ia memberikan hasil tangkapannya kepada tetangga yg kelaparan, meski itu berarti ia dan ibunya harus makan seadanya. Pada...

SUBANG LARANG

SUBANG LARANG TERNYATA ORANG CIREBON Subang Larang, yang bernama asli Kubang Kencana Ningrum, adalah tokoh perempuan berpengaruh dalam sejarah Tatar Sunda dan Cirebon. Ia dikenal sebagai istri kedua Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) dari Kerajaan Pakuan Pajajaran. Lahir pada tahun 1404, Subang Larang adalah putri dari Ki Gedeng Tapa, seorang syahbandar pelabuhan Muara Jati dan penguasa Kerajaan Singapura, sebuah kerajaan kecil di wilayah yang kini dikenal sebagai Cirebon. Silsilah dan Keturunan Subang Larang Dari pernikahannya dengan Prabu Siliwangi, Subang Larang memiliki tiga orang anak yang memainkan peran penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa Barat: 1. Raden Walangsungsang (Pangeran Cakrabuana) Lahir pada tahun 1423, ia menjadi pendiri Kesultanan Cirebon dan dikenal sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut. 2. Nyai Rara Santang Lahir pada tahun 1426, ia adalah ibu dari Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), salah satu Wali Song...