Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Menghidupkan Tokoh Sejarah

Menghidupkan Tokoh Sejarah (kompilasi)

Permainan ular tangga

Permainan ular tangga Permainan ular tangga tidak memiliki satu penemu tunggal yang pasti, karena asalnya dari permainan kuno India bernama Moksha Patam. Namun, tokoh yang paling sering dikaitkan dengan pengembangan awal permainan ini adalah Saint Gyandev (atau Dnyaneshwar) yang hidup pada abad ke-13. Asal usul dan tujuan awal: Permainan ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-2 SM di India kuno dan digunakan sebagai alat untuk mengajarkan konsep moral dan spiritual, seperti karma. Perkembangan oleh Saint Gyandev: Saint Gyandev diyakini menciptakan versi awal permainan yang disebut Moksha Patam untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya kebajikan (tangga) dan konsekuensi dari kejahatan (ular). Modifikasi oleh Inggris: Ketika permainan ini dibawa ke Inggris, permainan ini dimodifikasi menjadi "Snakes and Ladders" dengan menghilangkan aspek moral dan filosofisnya, dan jumlah ular serta tangga disamakan. Penyebaran ke Amerika: Pada tahun 1943, permainan ini dipe...

Kopi dari Purbalingga ke Pentas Dunia

Rifki Maulana, Berkat Kopi dari Purbalingga ke Pentas Dunia Seru banget bisa ngobrol sama Rifki Maulana. Ia merupakan jawara dua tahun berturut-turut (back to back) Indonesian Cup Tester Championship. Berkat prestasi itu, dirinya menjadi wakil Indonesia di dua seri World Cup Tester Championship, pada 2024 di Chicago, Amerika dan 2025 di Jenewa, Swiss. Rifki membuktikan bahwa talenta 'pinggiran' seperti dirinya yang berasal dari Purbalingga, ternyata bisa bicara banyak di pentas kopi nasional, bahkan dunia. Pemuda asal Desa Makam, Kec. Rembang itu juga berhasil mengenalkan Kopi Purbalingga ke kancah global. Ia pun membuktikan diri bahwa bisa hidup dari kopi, bahkan dengan tetap berada di kampung halamannya yang asri. Mau bertandang ke tempat kopinya Rifki? Silahkan ke Mili Coffee Brewer di Dusun Stana Cilik, Desa Makam, Kec. Rembang, Purbalingga. Ssst, Doi masih lajang lho.. Semangat terus Rifki! Gaspol dan semoga segera dapat jodoh yaa... Ahaai... seerr.. T...

Bak Hilang Ditelan Bumi

Bak Hilang Ditelan Bumi Bak Hilang Ditelan Bumi, Rekan Duet Adi Bing Slamet,Diana Papilaya Penyanyi Cilik Era 1970-an, Begini Kehidupannya Sekarang Sepanjang dekade 70-an hingga 2000-an awal, dunia musik Tanah Air semakin berwarna dengan kehadiran para penyanyi cilik. Di masa ini, banyak penyanyi-penyanyi cilik yang melejit berkat lagu yang dinyanyikan. Eksistensi mereka pun tak kalah dengan artis dan diva Tanah Air. Namun sayang, tak sedikit penyanyi cilik yang memilih jalan lain ketika sudah dewasa. Seperti, rekan duet Adi Bing Slamet yang eksis di tahun 70-an ini. Mengawali karier sebagai penyanyi cilik dengan tembang andalan 'Paman Dari Mana', kini namanya bak hilang ditelan bumi. Ia adalah Diana Martini Papilaya atau akrab disapa Diana Papilaya. Dalam perjalanan kariernya, penyanyi cilik yang menyanyikan lagu duet Pulang Dari Hongkong dengan Adi Bing Slamet ini melewati jalan berliku sebelum sukses di dunia hiburan. Wanita berdarah Ambon ini sempat tak diperbolehka...

Cewe bertato berhati malaikat

Cewe bertato berhati malaikat..❤️ Anak jalanan yang hampir m4ti di selamatkan dan di adopsi cewe bertato❤️ Kisah seorang anak balita yang di tinggal pergi oleh orang tuanya di sebuah tempat di Afrika, Anak kecil ini sangat lemah karena kekurangan cairan dan sudah tak makan berhari hari. Dan kebetulan cewe bertato ini tak sengaja melalui jalan itu, hatinya tergerak oleh belas kasihan, wanita bertato inipun memberikan minum yang di bawanya dan menanyakan identitas anak tersebut, ternyata ia di tinggal pergi oleh orang tuanya, lalu wanita bertato ini tak tega meninggalkan anak itu, "pasti ia akan m4ti kalau tidak saya bawa dan rawat" ungkapnya. Lalu sang wanita bertato ini membawa anak ini dan merawatnya dan menyekolahkan anak tersebut kemudian membimbingnya hingga sucses, Dari kisah ini kita belajar bahwa terkadang sesuatu yang kiat buang seperti sampah, di pungut orang lain seperti berlian.