Materi TIK Kelas XII MAN Al - Khairiyah tentang "Gambar Digital"

Materi TIK Kelas XII MAN Al - Khairiyah

Gambar Digital 

Sebelum adanya komputer, berkas gambar disimpan menggunakan lemari atau kotak penyimpanan. Kini, setelah komputer umum digunakan, berkas gambar dapat disimpan menggunakan berbagai media penyimpanan yang ukurannya jauh lebih kecil. Bahkan ukurannya lebih kecil dari jari kelingking Anda. 

Bagaimana berkas tulisan atau gambar yang jika dicetak ukurannya 1 m2 dapat disimpan dengan media penyimpan yang begitu kecil? Hal itu disebabkan berkas gambar tersebut disimpan dalam bentuk gambar digital. 

Gambar digital adalah gambar yang dihasilkan dari olah komputer, kamera digital, atau media lain yang dapat mengolah citra (image). Adapun gambar digital sendiri terdiri atas dua jenis, yaitu bitmap dan vektor. 

1. Gambar Bitmap 

Gambar jenis bitmap dapat disebut dengan tiruan gambar asli dalam bentuk digital. Gambar tersebut terbentuk atas kumpulan sejumlah titik-titik yang sangat kecil pada suatu kolom atau lajur tertentu. 

Untuk menampilkan citra atau gambar jenis bitmap tergantung jumlah titik-titik penyusunan gambar tersebut. Semakin banyak suatu titik dalam suatu luasan, semakin tajam dan nyata gambar tersebut. Banyaknya titik dalam 1 inci (luasan) disebut dengan dot per inchi (dpi). 

Gambar jenis bitmap terdiri atas kumpulan titik-titik. Apabila gambar dibesarkan, akan terlihat titik-titik penyusun gambarnya. Hal tersebut dapat Anda lihat pada Gambar 1.1. 

Beberapa format gambar bitmap yang umum digunakan (sebagai ekstensi file) yaitu Graphical Interchange Format (GIF), Tagged Image File Format (TIFF), dan Windows Bitmap (BMP), dan Joint Photographic (Experts) Group (JPG). 

Gambar jenis bitmap sering digunakan karena mempunyai kelebihan yaitu: 

a. mampu menangkap warna dengan nuansa alami dan 

b. sesuai serta cepat ditangkap untuk ditampilkan pada monitor komputer Anda. 

Oleh karena itu, gambar jenis bitmap sering digunakan sebagai background layar monitor komputer. 

Meskipun mempunyai kelebihan tersebut, gambar jenis bitmap juga mempunyai kekurangan yaitu: 

a. membesarkan atau mengecilkan ukuran gambar dapat memengaruhi kualitas gambarnya, 

b. mempunyai ukuran file yang relatif besar, dan 

c. apabila dilakukan pemadatan (kompresi) file, kualitas gambar jenis bitmap dapat menurun. Sumber: Microsoft Windows XP Service Pack 2 

Gambar 1.1 

Gambar jenis bitmap yang belum dan sesudah dibesarkan Bab I Menggunakan Perangkat Lunak Pembuat Grafis Vektor 4 Gambar dengan jenis bitmap dapat diolah kembali dengan memberi efek, memotong, dan menambahkan objek pada gambar menggunakan perangkat lunak pengolah grafis jenis gambar bitmap. Perangkat lunak tersebut dapat berupa GIMP, Corel Photopaint, atau Adobe Photoshop. 

2. Gambar Vektor 

Gambar vektor adalah gambar yang disusun oleh sekumpulan garis, kurva, atau bidang tertentu yang menggunakan serangkaian perintah yang didefinisikan dengan persamaan matematis. 

Pada gambar vektor, titik pada gambar tidak didefinisikan pada suatu kolom atau lajur tertentu. Oleh karena itu, apabila mengalami pembesaran, gambar vektor tidak menurun kualitasnya. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.2. 

Gambar vektor dapat dikenali dengan melihat ekstensi file-nya. Secara umum terdapat beberapa ekstensi file yang sering digunakan, di antaranya Encapsuled Postscript (EPS); Windows Metafile Format (WMF); HewlettPackard Graphics Language (HPGL); dan Macintosh Graphics file format (PICT); dan CorelDRAW (Cdr). 

Seperti halnya gambar bitmap, gambar vektor mempunyai kelebihan tertentu, antara lain sebagai berikut. 

a. Sifatnya scalable, artinya Anda dapat memperbesar atau memperkecil gambar tanpa memengaruhi kualitasnya. 

b. Dibanding gambar bitmap, ukuran file gambar vektor relatif kecil, oleh karena itu gambar jenis vektor mudah diunduh melalui internet. 

c. Dapat diubah menjadi tampilan tiga dimensi dengan perangkat lunak tertentu. 

d. Sifat warnanya solid sehingga cocok untuk menggambar logo, kartun, dan gambar sederhana lainnya. 

Meskipun memiliki kelebihan, gambar vektor pun memiliki kekurangan seperti halnya gambar bitmap. Kekurangan gambar vektor paling menonjol yaitu kurang dapat menampilkan gambar dengan gradasi warna yang bersifat alami. 

Gambar jenis vektor dapat diubah dan dimanipulasi menggunakan program aplikasi pengolah gambar vektor. Program aplikasi tersebut contohnya Macromedia Freehand, Inkscape, Adobe Ilustrator, dan CorelDRAW. Sumber: www.kelvinsulivan.com Gambar 1.2 

Gambar vektor dan hasil pembesaran yang kualitasnya tidak menurun Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas XII SMA/MA 

5 Pada materi berikut Anda akan belajar menggunakan perangkat lunak pengolah gambar vektor. Perangkat lunak yang akan digunakan yaitu CorelDRAW Graphics Suite X3 atau sering juga disebut CorelDRAW 13, selanjutnya disebut CorelDRAW saja. Oleh karena itu, persiapkan terlebih dahulu komputer Anda dengan perangkat lunak tersebut. 1. Membuka Program CorelDRAW Meskipun sampai tahun 2008 perusahaan Corel telah merilis 14 versi CorelDRAW, namun cara membuka program tiap versi tidak mengalami banyak perubahan. Anda dapat membuka program CorelDRAW menggunakan tombol start ataupun ikon CorelDRAW sendiri. Berikut masing-masing cara membukanya. a. Membuka CorelDRAW Menggunakan Tombol start Setelah Anda menghidupkan komputer sesuai prosedur yang benar, Anda dapat melanjutkan membuka program CorelDRAW melalui tombol start sebagai berikut. 1) Buka menu start dan arahkan kursor pada tombol start. 2) Lakukan klik pada tombol start. 3) Sorot menu All Programs. 4) Geser pointer pada CorelDRAW Graphics Suite X3 dan klik CorelDRAW X3 seperti terlihat pada Gambar 1.3. 

B. Mengenal CorelDRAW Graphics Suite X3 

Perlu Anda ketahui bahwa software Corel Draw X3 memerlukan sistem minimum untuk menjalankannya. Adapun sistem yang disarankan sebagai berikut. 

Sistem operasi : Windows XP atau lebih baru. 

CPU : 800 MHz atau lebih 

RAM : 512 MB atau lebih 

Monitor : 1024 x 768 piksel atau lebih. 

Penggerak : DVD Ruang kosong harddisk: 430 MB. 

Sistem minimum di atas ditujukan agar software berjalan dengan baik. 

Sumber: Microsoft Windows XP Service Pack 2 Gambar 1.3 Membuka program CorelDRAW melalui tombol start 

Bab I 

Menggunakan Perangkat Lunak Pembuat Grafis Vektor 6 b. 

Membuka CorelDRAW Menggunakan Ikon Cara lain membuka CorelDRAW dapat menggunakan ikon pada layar desktop Anda. Berikut langkah membukanya. 

1) Cari dan temukan ikon CorelDRAW pada desktop Anda. 

2) Setelah ditemukan, lakukan klik ganda pada ikon program CorelDRAW tersebut seperti Gambar 1.4. 2. 

Mengenal Wilayah Kerja CorelDRAW 

Setelah Anda melakukan klik ganda pada ikon program CorelDRAW atau melalui tombol start, sesaat kemudian komputer akan menampilkan wilayah kerja CorelDRAW. Cermati dengan baik bagian-bagian dan fungsinya pada tampilan berikut. Keterangan: a. Title Bar : Area yang menampakkan judul gambar yang saat ini dibuka. b. Toolbar : Tombol yang dapat digunakan untuk memerintah komputer dengan mengarahkan kursor pada ikon dan mengekliknya. Sumber: CorelDRAW Graphics Suite X3 Gambar 1.5 Bagian-bagian wilayah kerja CorelDRAW Title Bar Toolbar Menu bar Propertybar Scrollbar Toolbox Drawing window Drawing page Ruler Docker Color palette Navigator Document navigator Sumber: CorelDRAW Graphics Suite X3 Gambar 1.4 Membuka program CorelDRAW menggunakan ikon Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas XII SMA/MA 7 c. Menu bar : Area yang berisi menu drop-down dengan perintah-perintah yang dikelompokkan berdasarkan kategorinya. d. Propertybar : Bagian yang berisi alat yang aktif (active tool) yang muncul jika menggunakan tool tertentu atau membuat objek tertentu. Contoh, jika text tool aktif, text property untuk perintah-perintah yang berkaitan dengan teks akan muncul. e. Scollbar : Alat yang digunakan untuk menggulung layar baik vertikal maupun horizontal. f. Toolbox : Bar yang dapat dibuka (flyout) yang isinya berupa alat untuk membuat, mengisi, dan memodifikasi objek dalam sebuah gambar. g. Drawing window : Area atau daerah di luar halaman gambar yang dibatasi scroll bar, ikon, dan toolbar. h. Drawing page : Area berbentuk persegi pada drawing window. Area tersebut merupakan area yang dapat dicetak pada wilayah kerja Anda. i. Ruler : Batas horizontal dan vertikal yang digunakan untuk menentukan ukuran dan posisi objek pada sebuah gambar. j. Docker : Window atau jendela yang berisi perintah dan setting yang relevan pada alat (tool) yang spesifik. k. Color palette : Bagian yang berisi contoh warna yang dapat digunakan. l. Navigator : Tombol pada pojok kanan bawah drawing window yang berguna untuk membuka tampilan drawing window dalam ukuran yang kecil. Tombol tersebut dapat membantu Anda untuk bergerak pada gambar yang Anda kerjakan. Cara menggunakannya hanya dengan mengeklik kiri mouse dan menahannya. m. Document navigator: Area di pojok kiri bawah drawing window yang berisi pengontrol untuk berpindah dari satu halaman satu gambar ke halaman gambar yang lain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Link Murottal Al-Qur'an 30 juz

arti kode error internet banking bjb

Perangkat Ajar