πŸ’ŽπŸŒ· π€πŒπ€π‹π€π-π€πŒπ€π‹π€π π˜π€ππ† πƒπˆπ€ππ‰π”π‘πŠπ€π πƒπˆ π‡π€π‘πˆ π‰π”πŒ'𝐀𝐓 πŸ•ŒπŸ’«

 πŸ’ŽπŸŒ· π€πŒπ€π‹π€π-π€πŒπ€π‹π€π π˜π€ππ† πƒπˆπ€ππ‰π”π‘πŠπ€π πƒπˆ π‡π€π‘πˆ π‰π”πŒ'𝐀𝐓  πŸ•ŒπŸ’«


Di samping shalat Jum’at dan seluruh rangkaian ibadah yang menyertainya, ada beberapa amalan yang disyariatkan untuk dikerjakan pada hari Jum’at, diantaranya :


1. Memperbanyak shalawat atas Rasulullah ο·Ί.


Hal ini berlandaskan hadits Nabi ο·Ί,


Ψ₯ِΩ†َّ Ω…ِΩ†ْ Ψ£َفْΨΆَΩ„ِ Ψ£َيَّΨ§Ω…ِΩƒُΩ…ْ يَوْΩ…َ Ψ§Ω„ْΨ¬ُΩ…ُΨΉَΨ©ِ فَΨ£َΩƒْΨ«ِΨ±ُوْΨ§ΨΉَΩ„َيَّ Ω…ِΩ†َ Ψ§Ω„Ψ΅َّ Ψ©َΨ§Ω„ِ فِيْΩ‡ِ فَΨ₯ِΩ†َّ Ψ΅َ ΨͺَΩƒُΩ…ْ Ω…َΨΉْΨ±ُوْΨΆَΨ©ٌ ΨΉَΩ„َيَّ


“Sesungguhnya diantara hari-hari kalian yang paling mulia adalah hari Jum’at. Karena itu, perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu karena shalawat kalian akan ditampakkan kepadaku.” (HR. Abu Dawud dalam as-Sunan no. 1528 dari Aus bin Aus radhiyallahu ‘anhu. An-Nawawi rahimahullah dalam Riyadhus Shalihin menyatakannya sahih)


2. Membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at dan siang harinya


Landasannya adalah atsar Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,


Ω…َΩ†ْ Ω‚َΨ±َΨ£َ Ψ³ُوْΨ±َΨ©َ Ψ§Ω„ْΩƒَΩ‡ْفِ فِΩ‰ يَوْΩ…ِ Ψ§Ω„ْΨ¬ُΩ…ُΨΉَΨ©ِ Ψ£َΨΆَΨ§Ψ‘َΩ„َΩ‡ُ Ω…ِΩ†َ Ψ§Ω„Ω†ُّوْΨ±ِ Ω…َΨ§ Ψ¨َيْΩ†َΩ‡ُ وَΨ¨َيْΩ†َ Ψ§Ω„ْΨ¨َيْΨͺِ Ψ§Ω„ْΨΉَΨͺِيْΩ‚ِ


“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, akan bersinar baginya cahaya antara dirinya dan Baitul Haram.” (Riwayatal-Baihaqi dalam asy-Syu’ab dan dinyatakan sahih oleh al-‘Allamah al-Albani dalam Shahih al-Jami’)


Atsar tersebut juga datang dengan lafadz yang lain, “Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at maka akan bersinar baginya cahaya antara dua Jum’at.” (Riwayat an-Nasai dalam Alyaum Wallailah, dan asy-Syaikh al-Albani menyatakan sahih dalam Shahih at-Targhib no. 735)


Adapun hadits yang menyebutkan, “Barang siapa membaca (surat) Yasin pada suatu malam, ia berada di pagi hari dalam keadaan telah diampuni. Barang siapa membaca (surat) ad-Dukhan pada malam Jum’at, ia berada di pagi hari dalam keadaan telah diampuni,” adalah hadits palsu. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi rahimahullah dalam al-Maudhu’at. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, "Ad-Daruquthni berkata, ‘Muhammad bin Zakaria (perawi hadits ini) memalsukan hadits’.” (Lihat kitab Ahaditsul Jumu’ah hlm. 131)


3. Disunnahkan membaca surat as-Sajdah dan ad-Dahr (al-Insan) pada shalat subuh di hari Jum’at


Hal ini berlandaskan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ο·Ί membaca pada shalat subuh di hari Jum’at Ψ’Ω„Ω… ΨͺΩ†Ψ²ΩŠΩ„ (surat as-Sajdah) dan Ω‡Ω„ Ψ£ΨͺΩ‰ ΨΉΩ„Ω‰ Ψ§Ω„Ψ₯Ω†Ψ³Ψ§Ω† (surat ad-Dahr). (Shahih al-Bukhari no. 891)


Disebutkan bahwa hikmah disyariatkannya membaca dua surat ini karena keduanya mengandung isyarat tentang penciptaan Adam yang terjadi pada hari Jum’at dan adanya isyarat tentang kondisi hari kiamat yang akan terjadi pada hari Jum’at. (lihat Fathul Bari 2/379)



♻️ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.

Jazakumullahu khoiron.


Barakallahu fiikum..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

arti kode error internet banking bjb

Link Murottal Al-Qur'an 30 juz

Perangkat Ajar