Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Kisah Tragis Titanic

Kebanyakan orang mengetahui kisah tragis Titanic, tetapi sedikit yang pernah mendengar tentang Jenny, kucing yang tinggal di kapal dan mungkin satu-satunya yang merasakan apa yang akan terjadi. Jenny bukan kucing biasa. Dia adalah pemburu tikus resmi Titanic, yang dibawa ke kapal untuk mengendalikan populasi hewan pengerat tersebut. Selama uji coba kapal di laut, ia melahirkan sejumlah anak kucing dan dirawat dengan penuh kasih sayang oleh seorang pekerja bernama Jim Mulholland. Jim menyiapkan sarang yang nyaman untuknya dan bayi-bayinya di dekat dapur, dihangatkan oleh ketel uap. Dia bahkan berbagi sisa makanan dengannya saat istirahat. Rutinitas yang tenang itu memberinya perasaan tenang di tengah kekacauan mempersiapkan kapal paling mewah dalam sejarah untuk pelayaran perdananya. Tetapi sesuatu yang aneh terjadi. Beberapa hari sebelum Titanic berlayar dari Southampton ke New York, perilaku Jenny berubah. Dia mulai gelisah. Lalu—tanpa peringatan—dia mulai mengambil anak-anak ku...

Mawar yang Tak Pernah Layu

"Mawar yang Tak Pernah Layu" Di sebuah kota kecil yang tenang, tinggal sepasang suami istri, Bu Fatma dan Pak Sagara. Mereka memiliki dua putri yang cerdas: Mawar, si sulung yang kalem dan tekun, serta Melati, si bungsu yang ceria dan ekspresif. Mawar duduk di kelas 3 SMP, sementara Melati di kelas 1 SMP. Kedua gadis itu sama-sama berprestasi: Mawar selalu ranking 3, Melati tak pernah turun dari ranking 1. Namun, perhatian orangtua mereka tak pernah seimbang. Suatu sore di ruang makan… Mawar tak sengaja menjatuhkan gelas kaca, suaranya pecah menggelegar. Bu Fatma: (dengan nada tinggi) "Astaga, Mawar! Bisa nggak sih kamu hati-hati sedikit? Baru juga diberesin!" Mawar: (menunduk, suaranya gemetar) "Maaf, Bu… Mawar nggak sengaja." Bu Fatma: "Selalu aja kamu yang bikin repot. Dasar ceroboh!" Namun seminggu kemudian… Melati: (panik) "Ih, HP Melati hilang! Kayaknya ketinggalan di kafe kemarin…" Pak Sagara: (tenang) "Suda...

Mimpi yang Tertinggal di Gerbang Sekolah

“Mimpi yang Tertinggal di Gerbang Sekolah” Kulihat seragam masih tergantung rapi, namun tak kupakai lagi. Langkah kaki teman temanku menuju gerbang, sedang aku hanya menatap dari balik jendela sepi. Buku-buku yang dulu penuh harap, kini berdebu di sudut rak tua. Bukan aku tak ingin belajar, tapi hidup berkata, “Tunggu dulu, Nak, sabarlah…” Ayah menunduk menahan luka, Ibu diam, matanya tak bisa berbohong. Kami kalah oleh angka dan biaya, padahal semangatku, Tuhan tahu, tak pernah kosong. Aku gadis dengan mimpi sederhana, ingin jadi guru, menulis, dan berbagi cahaya. Tapi dunia bilang, mimpi butuh uang, dan aku pun tercekat dalam sunyi yang panjang. Temanku bertanya, “Kenapa tak masuk?” Aku tersenyum, menahan air mata yang hampir tumpah. “Lagi istirahat,” jawabku lirih, padahal hatiku sudah patah separah-parahnya. Tuhan, jika Kau dengar doaku yang lirih, pinjamkan aku sedikit keajaiban. Agar aku bisa kembali berjalan, menyusuri lorong ilmu dan harapan. Karena aku hanya ingin b...

KISAH POHON APEL & ANAK LAKI-LAKI

:: KISAH POHON APEL & ANAK LAKI-LAKI :: Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel, wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk ...